Makassar, Radarutama.com – Seorang anak laki-laki yang mengaku bernama Aldo Choy, berasal dari Jayapura, dilaporkan meninggalkan orang tuanya dan melakukan perjalanan tanpa izin dengan menggunakan kapal Pelni KM Dorolonda dengan tujuan Surabaya pada Sabtu, 25 April 2026.
Menurut informasi yang diperoleh, anak tersebut mengaku berjualan tikar di atas kapal serta melakukan perjalanan dari Jayapura menuju Surabaya dengan menumpang KM Dorolonda. Namun, diketahui bahwa yang bersangkutan tidak memiliki tiket resmi selama berada di atas kapal.
Akibatnya, awak kapal (ABK) dan petugas keamanan KM Dorolonda memberikan teguran serta berupaya mencari anak tersebut. Akan tetapi, ia sempat melarikan diri dan bersembunyi hingga berhasil lolos dari pengawasan sejak keberangkatan dari Jayapura sampai kapal tiba di Pelabuhan Sorong, dengan rute lanjutan menuju Ambon, Namlea, Bau-Bau, dan Makassar.

Setibanya di Makassar, anak tersebut turun dari kapal dengan alasan ingin berjalan-jalan di area pelabuhan. Namun, ketika hendak kembali naik ke kapal, petugas keamanan KM Dorolonda melarangnya untuk naik kembali.
Seorang awak media yang turut berada di atas kapal tersebut menyampaikan bahwa saat kapal sandar di Pelabuhan Makassar, ia sempat turun untuk membeli makanan. Ketika hendak kembali naik ke kapal untuk melanjutkan perjalanan ke Surabaya, petugas Pelni menanyakan apakah anak tersebut sebaiknya diizinkan naik kembali. Awak media tersebut kemudian menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada pihak Pelni.
Meskipun sempat ada pertimbangan dari petugas pelabuhan Makassar untuk mengizinkan anak tersebut naik kembali karena alasan kemanusiaan, pihak keamanan KM Dorolonda tetap tidak memberikan izin. Akibatnya, anak tersebut ditinggalkan di Makassar tanpa pendamping keluarga.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti keberadaan maupun dengan siapa anak tersebut tinggal di Makassar. Oleh karena itu, diimbau kepada pihak keluarga atau siapa pun yang mengenal anak tersebut agar segera menghubungi kantor Pelni Makassar guna memperoleh informasi lebih lanjut, mengingat anak tersebut tidak memiliki telepon genggam untuk dihubungi.
[Penulis: Alex Umpain]






