Skandal PIP Way Ratai Menggema Nasional, Komisi IV DPRD dan Kadisdik Pesawaran Sampaikan Tanggapan Keras: “Kalau Terbukti, Copot dan Proses Hukum!”

- Editor

Selasa, 18 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Pesawaran (radar utama.com). Dugaan penyimpangan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di UPTD Pendidikan Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, Lampung, kini mencuat ke level nasional. Sorotan publik semakin kuat setelah berbagai laporan wali murid menyebut adanya pemotongan, pengambilalihan buku rekening, hingga pencairan yang dilakukan tanpa sepengetahuan penerima.

Ketua Komisi IV DPRD Pesawaran, Rinaldi, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesawaran, Anca Marta Utama, memberikan tanggapan keras atas isu yang dinilai sudah berlangsung menahun ini.

Menurut Rinaldi: “Pemotongan PIP Ini Sudah Terjadi Sejak Masa Covid”
Rinaldi menegaskan bahwa laporan serupa sudah beredar lama, tidak hanya di Way Ratai tetapi juga dari kecamatan lain.

“Pemotongan dana PIP ini marak sejak masa Covid. Ada yang dalihnya ongkos transport, ada yang mengaku untuk SPP. Polanya macam-macam,” ujarnya, Senin (17/11/2025).

Ia menyebut kendala terbesar adalah minimnya saksi korban yang berani maju.“Warga takut ribut, takut tak dapat bantuan lagi. Kebanyakan minta ditengahi saja,” kata dia.

Komisi IV, menurutnya, telah resmi memutuskan untuk turun langsung ke lapangan dan mengambil sampel sekolah yang diduga kuat melakukan praktik penyimpangan.

Modus Baru: Pencairan Diwakilkan, “Secara Hukum Tidak Boleh!”
Rinaldi menyoroti modus pencairan dana PIP oleh pihak sekolah dengan alasan jarak bank yang jauh.

“Ada sekolah yang mengatur pengambilan kolektif dan diwakilkan. Itu secara hukum tidak boleh. Bahkan ketika metode itu dihentikan, muncul keluhan karena lokasi bank jauh. Ini masalah yang perlu solusi sistemik, bukan akal-akalan,” tegasnya.

Rinaldi juga mengungkap adanya dugaan bahwa dana sudah “cair” dalam sistem, namun tidak sampai ke tangan penerima.

“Buku rekening warga ada yang disimpan kepala sekolah lama. Di sistem hijau, tapi mereka mengaku tidak menerima. Saya mau bantu cetak rekening koran, tapi warga mundur karena takut,” ujarnya.

Sementara itu Menanggapi memanasnya kasus tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesawaran, Anca Marta Utama, mengeluarkan pernyataan tegas.

“Saya tidak akan melindungi siapapun. Kalau ada kepala sekolah terbukti menyimpang, copot! Proses hukum jalan!”

Anca menegaskan bahwa Dinas Pendidikan tidak akan kompromi dalam kasus seperti ini.
“Saya pastikan, tidak ada satu pun kepala sekolah yang akan kami backup kalau terbukti bermain dengan dana PIP. Dana PIP itu hak anak. Kalau ada yang berani menyentuh, konsekuensinya berat,” tegas Anca.

Dinas Bentuk Tim Investigasi Internal Anca mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah cepat.“Kami sedang bentuk tim investigasi internal untuk turun ke Way Ratai. Semua laporan akan ditindak, tidak ada yang ditutup-tutupi,” katanya.

Ia menegaskan dinas siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum. “Kalau ada bukti kuat, kami serahkan ke polisi. Kami tidak mau dinas ini tercoreng karena ulah oknum,” ucapnya.

Instruksi Baru ke Semua Kepala Sekolah: “Stop Akal-akalan Teknis!”
Anca juga mengeluarkan instruksi keras agar seluruh kepala sekolah mengikuti aturan pencairan PIP tanpa pengecualian.

“Tidak ada lagi pencairan kolektif, tidak ada delegasi, tidak ada alasan jarak bank. Semua harus sesuai SOP. Kalau sulit, koordinasi dengan kami. Jangan membuat aturan sendiri,” kata dia.

Dinas Siap Dorong Kerja Sama Perbankan Menanggapi usulan Komisi IV, Anca menyatakan dukungan.“Kami siap bekerja sama dengan bank agar pencairan PIP bisa dilakukan di desa-desa jauh seperti Pagar Jaya. Jika bank harus turun, kami siap fasilitasi,” ujar Anca.(Rol).

Berita Terkait

Bupati Nanda Indira Apresiasi Gerakan Lingkungan KOPRI PB PMII dalam Upaya Pelestarian Ekosistem Pesisir
Bupati Pesawaran Monitoring Penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah Periode Oktober-November 2025
Pemkab Pesawaran Gelar Pembinaan Kesatuan Gerak PKK Bangga Kencana Kesehatan untuk Perkuat Ketahanan Keluarga
Read Aloud, Metode Menyenangkan untuk Tingkatkan Minat Baca Anak di Pesawaran
Bupati Nanda Indira Dilantik Sebagai Ketua YJI Cabang Pesawaran Periode 2025–2030
Pemkab Pesawaran Dorong Literasi Keuangan Masyarakat Lewat Edukasi Menabung Saham
Beragam Perlombaan Semarakkan HUT KORPRI ke-54 Kabupaten Pesawaran
Pernikahan Putri Ketua FKWK Pesawaran Dihariri Tokoh Politik ,Insan Pers,Ormas dan LSM

Berita Terkait

Sabtu, 29 November 2025 - 21:38 WIB

Bupati Nanda Indira Apresiasi Gerakan Lingkungan KOPRI PB PMII dalam Upaya Pelestarian Ekosistem Pesisir

Sabtu, 29 November 2025 - 15:03 WIB

Bupati Pesawaran Monitoring Penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah Periode Oktober-November 2025

Sabtu, 29 November 2025 - 15:00 WIB

Pemkab Pesawaran Gelar Pembinaan Kesatuan Gerak PKK Bangga Kencana Kesehatan untuk Perkuat Ketahanan Keluarga

Kamis, 27 November 2025 - 12:18 WIB

Read Aloud, Metode Menyenangkan untuk Tingkatkan Minat Baca Anak di Pesawaran

Kamis, 27 November 2025 - 12:17 WIB

Bupati Nanda Indira Dilantik Sebagai Ketua YJI Cabang Pesawaran Periode 2025–2030

Selasa, 25 November 2025 - 18:39 WIB

Beragam Perlombaan Semarakkan HUT KORPRI ke-54 Kabupaten Pesawaran

Minggu, 23 November 2025 - 13:22 WIB

Pernikahan Putri Ketua FKWK Pesawaran Dihariri Tokoh Politik ,Insan Pers,Ormas dan LSM

Rabu, 19 November 2025 - 17:51 WIB

Abdul Azis Nahkodai PD IPHI Kabupaten Pesawaran Periode 2025–2026

Berita Terbaru