Jayapura, Radar Utama.com-
Persipura Jayapura menunjukkan keseriusan tingkat tinggi dalam mengawal promosi ke kasta tertinggi sepakbola nasional.” Kamis, 19/2/2026.
Menjelang Pegadaian Championship 2025/2026, tim berjuluk Mutiara Hitam resmi memboyong 24 pemain untuk mengarungi dua partai tandang yang sangat menentukan.
Keputusan membawa skuad gemuk ini menjadi bukti nyata bahwa manajemen tidak ingin kecolongan poin dalam upaya mempertahankan posisi puncak klasemen sementara yang saat ini mereka genggam dengan raihan 40 poin.
Skuad asuhan Rahmad Darmawan dijadwalkan menantang PSS Sleman pada Sabtu (21/2/2026) mendatang sebagai ujian mental pertama di tanah Jawa.
Setelah itu, tim tidak langsung pulang ke Papua melainkan tetap bertahan di luar kandang untuk bersiap melawan Kendal Tornado FC pada 1 Maret 2026.
Dua laga ini dipandang sebagai titik balik yang akan menentukan langkah Persipura dalam delapan pertandingan tersisa di musim reguler ini.
Rahmad Darmawan menjelaskan bahwa komposisi 24 pemain tersebut bertujuan untuk menjaga stabilitas fisik tim di tengah jadwal yang padat.
Pelatih kawakan ini ingin memastikan rotasi pemain berjalan maksimal agar setiap lini tetap memiliki kedalaman yang seimbang.
Kehadiran jumlah pemain yang banyak juga menjadi antisipasi terhadap potensi cedera atau kelelahan akibat perjalanan panjang antarkota.
“Kita membawa 24 pemain agar kedalaman skuad tetap terjaga untuk menghadapi dua pertandingan away,” ujar RD, sapaan akrabnya saat dikonfirmasi, Kamis (19/2/2026).
Persipura juga mengadopsi strategi unik dengan menyisipkan agenda pemusatan latihan singkat dan uji coba di Jakarta.
Usai menghadapi PSS Sleman, tim akan bertolak ke ibu kota untuk menguji taktik melawan beberapa klub lokal di sana.
Langkah ini diambil guna menjaga ritme permainan para pemain cadangan agar selalu siap ketika dibutuhkan dalam pertandingan resmi.
Uji coba di Jakarta tersebut diharapkan mampu mempertajam penyelesaian akhir yang menjadi evaluasi pada laga-laga sebelumnya.
Tekanan atmosfer stadion lawan menjadi tantangan nonteknis yang telah diantisipasi secara matang oleh staf kepelatihan.
RD menekankan pentingnya aspek psikologis pemain agar tidak mudah goyah saat bermain di bawah tekanan suporter tuan rumah.
Mentalitas pemenang yang sedang terbangun di internal tim menjadi modal utama untuk mencuri poin di markas lawan.
“Konsistensi permainan menjadi harga mati bagi Persipura jika ingin terus memimpin persaingan di Wilayah Timur,” tegas RD.
Setelah menyelesaikan tur panjang di Jawa, Persipura akan kembali ke Stadion Lukas Enembe untuk menjamu Deltras FC pada akhir Maret mendatang.
Manajemen berharap rentetan hasil positif dari laga tandang ini dapat memicu antusiasme luar biasa dari publik sepak bola Papua.
Persipura Jayapura kini berada dalam jalur ideal menuju kesuksesan dengan strategi pengelolaan skuad yang sangat terukur.
Pengalaman pelatih dalam mengelola tekanan dan pemerataan kualitas pemain menjadi kunci optimisme tim saat ini.
Karakter Mutiara Hitam yang tangguh di luar kandang diharapkan kembali muncul untuk membuktikan diri sebagai penguasa kompetisi.
Target besar di akhir musim kini terasa semakin dekat seiring dengan kesiapan teknis dan mental yang terus meningkat.
[Alex Umpain]






