Pringsewu, (Radar urama.com)
Abdul Rohman, Kepala Pekon Sumber Bandung yang dinilai tidak peduli terhadap kondisi infrastruktur pekon.
Hal itu membuat warga setempat merasa kecewa dengan sikapnya yang hanya mementingkan kepentingan pribadi ketimbang kemaslahatan bersama.
Menurut warga setempat, ketidak pedulian Rohman selaku orang nomor 1 di Pekon Sumber Bandung terhadap kerusakan jembatan kayu yang berlokasi di Dusun Babakan Pekon Sumber Bandung menuju Dusun IV Pekon Way Kunyir membuat warga Pekon Way Kunyir dan Pekon Sumber Bandung berinisiatif, bahu-membahu memperbaiki jembatan yang rusak secara swadaya, namun belum ada respon yang baik dari Kepala Pekon untuk turun tangan langsung membantu masyarakat, sampai jembatan diperbaiki.
Dituturkan oleh salah satu warga berinisial AM, masyarakat telah berinisiatif memperbaiki kerusakan jembatan dengan cara swadaya yang selama ini dibiarkan rusak tanpa ada perhatian dari pemerintah desa.
“Alhamdulilah mas, kerusakan jembatan telah diperbaiki. Kami warga Dusun Babakan dan dibantu beberapa warga dari Desa Way Kunyir, bergotong-royong sendiri tanpa bantuan Kepala Pekon (Kakon,red). Sampai perbaikan selesai dia (Kakon,red) tidak pernah hadir atau sekedar menengok kami yang bekerja keras membenahi jembatan. Padahal ini jalan utama penghubung dua dusun maupun antar dua Pekon yang sering dilewati warga Sumber Bandung yang mempunyai lahan pertanian di Pekon Way Kunyir, terutama bagi anak-anak yang hendak bersekolah melintasi jembatan,”kata AM saat diwawancarai langsung oleh awak media belum lama ini.
Hal senada di ungkapkan oleh salah satu warga Pekon Way Kunyir, berinisial PS, yang merasa prihatin atas kerusakan jembatan kayu.
Dirinya merasa prihatin terhadap Kepala Pekon yang di nilai kurang perduli terhadap kondisi infrastruktur (jembatan,red) yang berdomisili di desa tersebut.
“Kami sangat prihatin, terhadap kerusakan jembatan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk beraktivitas. Ketika jembatan rusak dan warga memperbaikinya, namun tidak ada dukungan dan respon yang baik dari Kepala Pekon setempat. Padahal pihak kami sudah melakukan komunikasi langsung dengan Pak Abdul Rohman, namun dia terkesan cuek dan mengatakan, bahwa jembatan itu bukan wewenang Pekon Sumber Bandung, melainkan wewenang Dinas PUPR Kabupaten Pringsewu.
Ia menjelaskan, dalam pertemuannya dengan Kepala Pekon Sumber Bandung (Oman,red), saya menyampaikan terkait keluhan dan harapan warga terhadap kerusakan jembatan, namun bukannya solusi yang kami dapatkan malah dirinya terkesan cuek serta berkata yang mencerminkan, tidak memahami tupoksi-nya sebagai kepala pekon.
“Demi terlaksananya perbaikan jembatan tersebut, saya dan beberapa warga ikut bergabung membantu warga Sumber Bandung dalam perbaikan jembatan dengan cara menebang pohon seadanya agar jembatan bisa dilalui oleh kendaraan bermotor terutama anak-anak ingin ke sekolah,”tandasnya.
Tidak adanya respon dari Rohman selaku Kepala Pekon Sumber Bandung dalam aksi gotong-royong ini semakin memperkuat ‘dugaan’ bahwa bahwa pemerintah pekon Sumber Bandung tidak bisa mengayomi semua warganya.
Padahal, sebagai pemimpin Pekon atau desa, kehadiran dan keterlibatannya dalam upaya perbaikan infrastruktur sangat dinantikan oleh masyarakat. (Dep)






