Pringsewu (radar utama.com) – Warga Pekon Sumber Bandung, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu mengeluhkan kepala pekonnya saat ini Abdul Rohman karena dianggap kurang peduli terhadap masyarakat Pekon.
Hal ini berbeda dengan Kepala Pekon sebelumnya, seperti Kakon Hariyadi dan Kusaeri yang dikenal dekat dengan warganya serta selalu perduli akan kebutuhan warga seperti insfrastruktur jalan lingkungan.
Keluhan disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat Sumber Bandung, Rohmat yang juga mewakili sejumlah warga masyarakat Sumber Bandung.
“Seperti waktu warga memperbaiki jembatan kayu yang rusak, jalan penghubung dua Pekon yaitu Pekon Sumber Bandung dan Pekon Way Kunyir, Kakon Abdul Rohman tidak terlihat di lokasi, boro-boro mau bantu, nengok pun ngak. Pokoknya mas dia (Rohman,red) kurang perduli akan keluhan warga, khususnya untuk pembangunan ruas jalan lingkungan di Pekon,”ketusnya.
Warga juga membandingkan Abdul Rohman yang akrab disapa Oman oleh warga ini, dengan Kakon Sumber Bandung sebelumnya, yang lebih merakyat dan sigap membantu.
“Kakon sebelumnya sangat merakyat, bahkan membantu bila ada warga yang membutuhkan, cepat tanggap, khususnya soal Insfrastruktur jalan lingkungan pekon,”tambahnya.
Ia menyampaikan, saat ini, ruas jalan lingkungan di setiap dusunnya kondisinya rusak parah, terkesan di biarkan saja, tidak ada upaya untuk melakukan perbaikan dari pihak pemerintah Pekon.
“Oleh karena itu, saya mewakili warga masyarakat Pekon Sumber Bandung, berharap agar Kepala Pekon Abdul Rohman segera memikirkan serta memprioritaskan perbaikan ruas jalan lingkungan di Pekon, khususnya dusun 4 dan dusun 5. Sebab, masyarakat Pekon Sumber Bandung memiliki sumber perekonomian dari hasil pertanian,”tuturnya.
Dengan ruas jalan yang bagus,sambungnya, tentunya hasil pertanian warga juga terbantu, terlebih lagi masyarakat yang sumber perekonomiannya dari pertanian. ” Oleh karena itu, untuk keberlanjutan perekonomian masyarakat, ia berharap upaya pembangunan dan perbaikan ruas jalan lingkungan Pekon bisa terus dilaksanakan,”harapnya.
Sehubungan hal itu, seorang warga lain yang tidak ingin namanya disebutkan menuturkan bahwa selain merakyat, Kakon sebelumnya selalu memperhatikan pembangun Insfrastruktur Jalan Lingkungan di setiap dusun. Hal ini sangat berbeda dengan kepemimpinan Kakon Oman sama sekali tidak ada pembangunan apa lagi memperbaiki infrastruktur yang rusak salah satunya di dusun 4 dan 5, jalannya sangat parah sekali.
“Boro-boro mau membangun atau perbaikan infrastruktur mas, jalan yang sudah rusak parah saja kesannya ‘cuek’. Padahal warga tahu anggaran Dana Desa (ADD) yang digulirkan pemerintah pusat setiap tahunnya untuk Pekon Sumber Bandung begitu besar,”ungkapnya.
Ia menceritakan, bahwa di tahun 2023/2024, Pekon Sumber Bandung telah menerima pencairan dana Silfa 2024, sebesar Rp.80,000,000,00. Namun, dana tersebut di ‘duga’ digunakan oleh Kepala Pekon Sumber Bandung untuk memperbaiki kerusakan akses jalan sepanjang 200 meter yang menjadi wewenang kabupaten Pringsewu.
“Kan sudah jelas, peruntukan anggaran dana Silfa untuk pembangunan atau perbaikan jalan lingkungan dan untuk pemberdayaan masyarakat Pekon setempat,”urainya.
Seharusnya, dengan anggaran Silfa 2024 kemarin, menurutnya, bisa digunakan untuk membangun atau memperbaiki ruas jalan lingkungan pekon, yang sekarang kondisinya sudah rusak parah.
“Eh ini kok, malah menyimpang dari peruntukannya. Ini malah untuk memperbaiki akses jalan yang menjadi wewenang kabupaten Pringsewu. Dan masa iya, pak Kakon ngak paham peruntukan dana Silfa maupun dana desa,”kesalnya.
Disisi lain, ia juga berharap, melalui pemerintah Pekon Sumber Bandung yang dipimpin oleh Abdul Rohman, agar bisa lebih perduli lagi dalam membangun Pekon Sumber Bandung, khususnya di bidang insfrastruktur. Sebab, baik atau tidaknya insfrastruktur Pekon berdampak pada peningkatan sumber perekonomian warga.
“Seharusnya Pak Kakon yang sekarang lebih perduli terhadap keluhan dan menjadi panutan warganya dan tidak berdiam diri jika warga yang membutuhkan,”pungkasnya. (Depp)






