Raja Ampat, RadarUtama.com —
PT Gag Nikel melaksanakan kegiatan produksi nikel dengan memperhatikan secara serius aspek perlindungan lingkungan, khususnya melalui program reboisasi dan reklamasi pascatambang. Pihak PT Gag Nikel bersama pemerintah menyatakan bahwa upaya reklamasi lahan telah dilakukan secara berkelanjutan. Lahan bekas kegiatan penambangan dinilai dalam kondisi baik berdasarkan hasil peninjauan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Perusahaan juga mengklaim telah melaksanakan rehabilitasi daerah tangkapan air serta melakukan penanaman ribuan pohon, termasuk spesies lokal dan endemik.
Dalam kegiatan Media Gathering yang melibatkan wartawan Raja Ampat dan Kota Sorong, Papua Barat Daya, serta lembaga swadaya masyarakat (LSM), yang diselenggarakan oleh PT Gag Nikel pada tanggal 22–23 Januari 2026, para peserta mendapatkan pemaparan materi dari Rudi Samuel selaku Office Manager PT Gag Nikel. Pemaparan tersebut disampaikan secara tertutup dan jelas di Ruang Meeting Hotel Aimas Kabupaten Sorong.
Pada tanggal 23 Januari 2026, para wartawan, perwakilan LSM, serta pihak PT Gag Nikel bertolak langsung dari Kota Sorong menuju Kampung Gag, Kabupaten Raja Ampat, untuk melakukan peninjauan lapangan. Kegiatan ini bertujuan melihat secara langsung tata kelola lingkungan di area produksi, tidak hanya pada aktivitas penambangan nikel, tetapi juga pada upaya pelestarian lingkungan. Berdasarkan hasil peninjauan, PT Gag Nikel dinilai sebagai salah satu perusahaan pertambangan nikel yang sangat teliti dan konsisten dalam melaksanakan reboisasi dan reklamasi sebagai bentuk komitmen terhadap perlindungan lingkungan.
Kunjungan insan pers dan LSM tersebut dinilai sangat bermanfaat, mengingat sekitar 50 wartawan bersama perwakilan LSM dapat mencermati langsung kondisi di lapangan. Para peserta juga turut serta dalam kegiatan penanaman pohon reboisasi yang telah disiapkan oleh PT Gag Nikel di wilayah Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Berdasarkan tinjauan langsung awak media RadarUtama.com di area produksi PT Gag Nikel, kawasan reboisasi pada lahan bekas tambang tampak subur. Vegetasi yang tumbuh bahkan terlihat lebih baik dibandingkan tanaman primer di sekitarnya, meskipun kondisi tersebut tetap menjadi bagian dari dialog dan evaluasi bersama.
Setelah kegiatan penanaman pohon, para wartawan dan LSM melanjutkan peninjauan ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang digunakan dalam pengolahan limbah nikel. Menurut keterangan ahli hidrologi yang meneliti aliran air permukaan di area pertambangan Gag, sistem IPAL tersebut dinilai aman. Hal ini juga dibuktikan dengan hasil pengamatan langsung di wilayah pesisir area produksi, di mana kondisi air laut tampak sangat jernih.
Usai peninjauan IPAL, para awak media, LSM, masyarakat, serta pihak PT Gag Nikel melanjutkan kegiatan menuju lokasi pelepasan bibit penyu di kawasan pesisir pantai yang tidak jauh dari area perusahaan dan permukiman masyarakat Kampung Gag, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya.”Akhirnya.
[ Penulis: Alex Umpain]






